Face negotiation theory atau Teori negosiasi rupa pertama kali dikembangkan oleh Stella Ting-Toomey dan koleganya pada tahun 1985 untuk memahami bagaimana budaya yang berbeda di seluruh dunia menanggapi konflik. Teori negosiasi rupa memberikan sebuah dasar untuk memperkirakan bagaimana manusia akan menyelesaikan karya rupa dalam kebudayaan yang berbeda. Teori ini berpendapat "rupa", atau citra diri, sebagai fenomena universal yang meliputi lintas budaya. ASUMSI Sebuah perspektif teori negosiasi rupa menekankan dampak budaya terletak pada arti dari rupa dan digunakannya karya rupa. Dengan demikian, teori ini mengasumsikan bahwa: Komunikasi dalam semua budaya didasarkan pada “memelihara” dan bernegosiasi rupa. Rupa diri yang bermasalah ketika identitas dipertanyakan. Perbedaan antara individualistis dan kolektif, dan kekuasaan kecil dengan kekuasaan besar memberi jarak budaya dalam membentuk manajemen rupa. Budaya individualistis membentuk karya rupa sendiri, dan buday...